Menjadi Laskar Pelangi Lewat 4 Tempat di Belitung Ini

Kisah Laskar Pelangi pastinya sudah tak lagi asing di telinga Anda. Dari berbagai dampak yang diberikan oleh ketenaran kisah yang ditulis menjadi sebuah serial novel, kemudian diadaptasi jadi film dan serial TV ini, salah satunya adalah naiknya pamor Belitung sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia. Menariknya lagi, kepopuleran Belitung tersebut tidak lantas menghapus keunikannya yang sudah ada, bahkan sebelum menjadi salah satu lokasi tujuan wisata top.

Hal tersebut dapat Anda saksikan sendiri begitu Anda datang berkunjung ke berbagai tempat di Belitung, termasuk beberapa lokasi syuting film Laskar Pelangi yang juga telah berkembang jadi tempat wisata populer di Belitung. Nah, berbicara soal lokasi syuting Laskar Pelangi, rupanya ada empat tempat yang bisa Anda kunjungi untuk pengalaman berharga dan mengesankan menjadi salah satu anggotanya, lho! Apa saja ya lokasi-lokasi tersebut?

Pantai Tanjung Tinggi

Di dalam kisah Laskar Pelangi, diceritakan bahwa sang tokoh utama Ikal senang menghabiskan waktu luang untuk bermain di pantai bersama teman-temannya. Pantai yang ditampilkan di dalam film menyajikan bentangan pasir putih dengan jajaran bongkahan batu granit berukuran besar nan tinggi yang dapat mereka panjat. Lokasi tersebut adalah Pantai Tanjung Tinggi, yang terletak sekitar 30 km dari Kota Tanjung Pandan. Selain karena menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi, Pantai Tanjung Tinggi pun menjadi salah satu tempat di Belitung yang populer di kalangan turis karena memang memiliki pemandangan indah. 

Kota Tanjung Pandan

Ingat adegan pawai sekolah dan ketika para karakter sedang nongkrong di warung kopi? Keduanya diambil di Kota Tanjung Pandan, yang merupakan sebuah kota kecil, namun selalu ramai oleh aktivitas sehari-hari para warganya. Selain populer karena menjadi lokasi syuting Laskar Pelangi, Kota Tanjung Pandan pun bisa dibilang surga bagi Anda pecinta kopi. Pasalnya, minum kopi memang merupakan rutinitas warga Belitung, sehingga jangan heran kalau ada begitu banyak warung kopi di sana, di mana Anda bisa menyeruput minuman ini sambil berbaur dengan warga lokal.

Di sini, ada Waroeng Kopi Ake yang sudah beroperasi sejak tahun 1921, menjadikannya sebagai warung kopi tertua di Belitung. Berbeda dengan kedai kopi ala kota yang memiliki mesin penggiling modern atau desain interior yang Instagramable, Waroeng Kopi Ake sangat sederhana dan menegaskan kesan kunonya, sehingga Anda akan merasa seolah diajak ke Belitung tempo dulu.

Replika SD Gantong

Ingat bangunan SD Muhammadiyah yang sangat sederhana di dalam film Laskar Pelangi? Meskipun bangunan SD Muhammadiyah yang asli sudah hilang karena dimakan waktu, Anda masih bisa mengunjunginya sampai sekarang – lebih tepatnya, Anda bisa mengunjungi bangunan yang jadi replikasi SD Muhammadiyah di Gantong yang dibangun dan didesain dengan kondisi menyerupai bangunan aslinya di masa kecil Andrea Hirata, sang penulis tetralogy Laskar Pelangi. Sebab, meskipun syuting sudah lama lewat, bangunan tersebut tidak dihancurkan dan masih dirawat sampai sekarang.

Museum Kata Andrea Hirata

Sebagai museum sastra pertama di Tanah Air, tak heran kalau Museum Kata Andrea Hirata menjadi salah satu tempat di Belitung yang wajib Anda kunjungi. Beralamat di Jalan Laskar Pelangi No. 7, Desa Gantong, Belitung Timur, Anda juga bisa menemukan karya-karya Andrea Hirata untuk dinikmati di sini. Selain itu, ada juga potongan adegan film yang menghiasi ruangan, serta pesan-pesan inspiratif yang merupakan buah karya dari Andrea Hirata untuk memotivasi Anda

Leave a Reply

Note: Comments on the web site reflect the views of their authors, and not necessarily the views of the bookyourtravel internet portal. Requested to refrain from insults, swearing and vulgar expression. We reserve the right to delete any comment without notice explanations.

Your email address will not be published. Required fields are signed with *